Senin, 09 Maret 2015

Landasan Bimbingan dan Konseling (landasan filosofi, religi, psikologis, pendidikan, teknologi dan sosial-budaya)



Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakikatnya merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling. Ibarat sebuah bangunan, untuk dapat berdiri tegak dan kokoh tentu membutuhkan pondasi yang kuat dan tahan lama. Apabila bangunan tersebut tidak memiliki pondasi yang kokoh, maka bangunan itu akan mudah goyah atau bahkan ambruk. Demikian pula, dengan layanan bimbingan dan konseling, apabila tidak didasari oleh pondasi atau landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bimbingan dan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu yang dilayaninya (konseli).
            Landasan bimbingan dan konseling meliputi beberapa landasan antara lain yaitu landasan filosofis, landasan religius, landasan psikologis, landasan sosial budaya, landasan ilmiah dan teknologis, dan pedagogis.

KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING



Definis Bimbingan dan Konseling:
Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari “guidance” dan “counseling” dalam bahasa inggris. Secara harfiyah istilah “guidance” berarti: (1) mengarahkan (2) memandu, dll.
Sunaryo Kartadinata (1998:3) mengartikannya sebagai “proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal.” Sementara Rochman Natawidjaja (1987:37) mengartikan bimbingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan kehidupan pada umumnya. Dengan demikian dia akan dapat menikmati kebahagiaan hidupnya, dan dapat memberi sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat pada umumnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial.

Posisi dan Urgensi Bimbingan dan Konseling dalam Praktik Pendidikan



Dalam keseluruhan kegiatan pendidikan khususnya pada tatanan persekolahan, layanan bimbingan dan konseling mempunyai posisi dan peran yang cukup penting dan strategis. Bimbingan dan konseling berperan untuk memberikan layanan kepada siswa agar dapat berkembang secara optimal melalui proses pembelajaran secara efektif. Untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pribadi agar dapat membantu keseluruhan proses belajarnya.

Rabu, 26 Februari 2014

KESIMPULAN

Kita sampai dipenghujung pembahasan makanan koloid yang berkaitan dengan koloid nih. ayo kita bahas kesimpulan dari pelajaran membuat pempek ini.

CARA MEMBUAT PEMPEK

Lihat lihaynya anggota kelompok kami merendos bumbu untuk pempek. Bukan itu saya yang kami lakukan utnuk membuat pempek yang nikmat. ayo kita lihat lebih jelasnya cara membuat pempek dengan memperhatikan materi kimia tentang koloid. ayooooo

BAHAN MEMBUAT PEMPEK

Beginilah tampilan pempek khas kelompok saya untk tugas ptaktek kimia. Mari kita lihat gambar bahan segar yang menyusun pempek kami yang kami beli dadakan dipasar Kopo.........

Selasa, 25 Februari 2014

GIZI DALAM PEMPEK



Pempek mengandung banyak zat. Berikut akan dijelaskan beberapa mengenai kandungan zat pada pempek yang dapat bermanfaat bagi kesehatan kita.